MAKALAH BIOLOGI
“Jaringan Pada Tumbuhan”
Dosen pengampu :
Dian wulandari, S.TP,.
M.Si

Disusun oleh:
Nama : malio
pannere n
Nim : J1A115065
Teknologi hasil pertanian
Fakultas teknologi pertanian
UNIVERSITAS JAMBI
2015
KATA PENGANTAR
Tujuan
dari suatu pendidikan tidak lain tidak bukan untuk mencerdaskan bangsa,
membentuk sumber daya manusia yang handal dan berdaya asing, membentuk watak
sosial, berbudaya, berakhlak dan berbudi luhur, serta memiliki wawasan
berpengetahuan yang luas dan bisa menguasai teknologi. Pendidikan tersendiri
merupakan sebuah media untuk pembekalan pengetahuan dunia, keterampilan diri,
dan penguasaan teknologi baik pelajar maupun mahasiswa untuk berkarya secara inovativ,
kreatif, dan tepat dalam berbuat.
Untuk
menyikapi suatu pendidikan di atas, maka pada susunan makalah ilmiah biologi
tentang jaringan tumbuhan, saya sebagai penyusun dan menyajikan makalah kali
ini sesuai dengan pembelajaran berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh
Depatermen Pendidikan Nasional, sebagai acuan pendidikan yang disusun dan
dirancang dengan metode sistematis, inofatif dan kreatif.
Mengigat
tentang kuantitas yang ada pada makalah jaringan pada tumbuhan kali ini bisa
untuk memerkuat kinerja pembelajaran selanjutnya. Mudah-mudahan makalah edisi 2015
ini mampu memberi mamfaat bagi pembaca.
Akhir
kata, demi kesempurnaan makalah ilmiah biologi tentang jaringan tumbuhan
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca supaya pada makalah berikutnya
berkembang baik.
Jambi,
desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR
ISI...................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1.
Latar belakang........................................................................................ 1
1.2.
Rumusan masalah................................................................................... 2
1.3.
Tujuan ................................................................................................... 2
1.4. Manfaat.................................................................................................. 2
BAB
II PEMBAHASAN: Jaringan Pada Tumbuhan......................................... 3
2.1 Jaringan
Tumbuhan................................................................................. 3
1. Jaringan Meristem................................................................................. 3
2. Jaringan permanen................................................................................ 4
2.2 Organ
tumbuhan...................................................................................... 8
1. Akar...................................................................................................... 9
2. Batang................................................................................................. 11
3. Daun................................................................................................... 15
4. Organ Tumbuhan................................................................................ 16
2.3 Sifat
Totipotensi pada tumbuhan.......................................................... 19
1. Tahapan Kultur Jaringan..................................................................... 19
2. Syarat Teknik Kultur Jaringan............................................................ 20
3. Manfaat Kultur Jaringan..................................................................... 21
BAB
III PENUTUPAN................................................................................... 22
3.1
Kesimpulan............................................................................................ 22
3.2
Saran...................................................................................................... 23
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................... 24
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Dalam
dunia tumbuhan, 420 juta tahun lalu muncul tumbuhan darat. Sejak itu tumbuhan
darat berevolusi dengan cepat serta mengembangkan struktur yang lebih rumit di
bandingkan dengan alga, yakni membentuk jenis sel, jaringan dan organ.
Secara
umum dunia tumbuhan di bagi menjadi tumbuhan berpembuluh (tracheophyta) dan
tumbuhan yang tidak berpembuluh (thallophyta). Tumbuhan berpembuluh terbagi
menjadi dua kelompok, yang pertama mempunyai alat reproduksi tersembunyi sebagaimana di temukan pada paku-pakuan.
Kelompok ke dua mencakup tentang tumbuhan berbiji atau sering di sebut dengan
spermatophyta. Tumbuhan berbiji atau
spermatopyta di bagi menjadi dua yaitu tumbuhan berbiji terbuka
(gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Angiospermae
merupakan kelompok tumbuhan yang paling akhir muncul. Tumbuhan ini membentuk
bagian utama dari vegetasi alam yang di budidayakan di bumi.
Tumbuhan
terdiri atas banyak lapisan sel dan di bedakan atas berbagai fungsi kegiatan
hidup. Sel-sel yang memiliki bentuk , susunan dan fungsi yang sama di sebut
jaringan.
Jaringan
dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama.
Ilmu yang mempelajari tentang jaringan adalah histologi, sedangkan cabang
biologi yang mempelajari perubahannya bentuk dan fungi jaringan dalam
hubungannya dengan penyakit adalah hitopologi.
Jaringan di miliki oleh organisme yang telah
memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus,
seperti alga (ganggang) dan fungi (jamur), tidak memiliki perbedaan jaringan,
meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur yang khas yang mirip dengan
organ, seperti tubuh buah dan sporofol. Tumbuhan lumut dapat di katakan telah
memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki suatu jaringan pembulu
yang jelas
1.2. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana jaringan yang ada pada tumbuhan Angiospermae.
2.
Bagaimana mengetahui organ yang ada pada tumbuhan.
3. Bagaimana mengetahui sifat-sifat
totipotensi yang ada pada tumbuhan
1.3. Tujuan
1.
Untuk mengenal dari beberapa jaringan
yang ada pada tumbuhan Angiospermae.
2. Untuk mengetahui
organ yang ada pada tumbuhan.
3. Untuk mengetahui
sifat-sifat totipotensi yang ada pada tumbuhan.
1.4. Manfaat
1.
Agar mengetahui beberapa jaringan yang ada pada tumbuhan Angiospermae.
2.
Agar mengetahui organ yang ada pada tumbuhan.
3.
Agar mengetahui sifat-sifat totipotensi yanga ada pada tumbuhan.
BAB
II
PEMBAHASAN
JARINGAN
PADA TUMBUAHAN
2.1 JARINGAN TUMBUHAN
Jaringan adalah sekumpulan sel yang
memiliki suatu struktur serta fungsi yang sama. Jaringan pada tumbuhan di
bedakan menjadi dua jenis, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen
(dewasa).
1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah suatu jaringan
yang sel-selnya bersifat embrional, sehingga mampu membelah diri secara
terus-menerus serta belum berdirefensial atau belum memiliki fungsi yang jelas.
Bedasarkan asal usulnya, jaringan
meristem di kelompokan menjadi tiga jenis jaringan sebagai berikut.
a. Promeristem adalah jaringan meristem
yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.
b. Meristem primer adalah jaringan
meristem yang berasal dari perkembangan embrio. Contohnya adalah meristem yang
terletak di ujung batang dan yang berada di ujung akar yang menyebabkan
pertumbuhan memanjang.
c. Meristem sekunder adalah jaringan
meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang berubah kembali menjadi
jaringan meristem. Contohnya kambium dan kambiun gabus yang menyebabkan
penebalan batang pada tumbuhan.
Berdasarkan letaknya jaringan meristem
di bedakan menjadi tiga jenis, seperti berikut.
a. Meristem apikal yang merupakan
meristem primer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Meristem apikal
menyebabkan batang tumbuhan memanjang ke atas dan akar tumbuhan memanjang ke
bawah.
b. Meristem lateral yang merupakan
meristem sekunder yang menyebabkan pertumbuhan melebar ke arah samping
(lateral), contohnya kambium dan felogen.
c. Meristem interkalar yang terletak di
ruas-ruas batang tumbuhan rumput-rumputa (graminae). pertumbuhan sel meristem
interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat.
2. Jaringan Permanen
Jaringan permanen adalah jaringan yang
sudah terspesialisasi dengan adanya fungsi tertentu dari jaringan tersebut.
Karena jaringan ini telah terspesialisasi, maka akan membentuk jaringan yang
lebih komleks. Berikut adalah jaringan yang termasuk ke dalam kategori jaringan
permanen seperti di bawah ini.
a. Jaringan
Epidermis
Epidermis adalah merupakan jaringan yang
berfungsi sebagai pelindung. Jaringan
epidermis terdiri atas sel-sel hidup, berbentuk persegi panjang,
sel-selnya rapat dan tidak mempunyai ruang antar sel, umumnya tidak memiliki
klorofil, kecuali jaringan epidermis tumbuhan paku serta mampu membentuk
derivat jaringan epidermis. Pada umumnya sel-sel epidermis mengeluarkan zat
seperti lilin, yang di sebut kitin. Pada permukaan luar epidermis daun atau
batang zat ini membentuk lapisan kutikula.
Epidermis terdapat di seluruh permukaan
tubuh tanaman. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalam
terhadap kerusakan mekanik, infeksi, dan kekeringan. Pada beberapa tanaman, sel
epidermis mengalami modifikasi sesuai fungsinya, minsalnya stomata (mulut
daun), trikoma(rambut-rambut), spina(duri) sel kipas dan sel kersik.
b. Jaringan
Parenkim
Jaringan parenkim atau jaringan dasar
adalah jaringan yang terdapat hampir di semua bagian tumbuhan dan mengisi
jaringan tumbuhan, baik pada akar, batang, daun, biji, mau pun buah. Jaringan
parenkim berfungsi agar kedudukan jaringan lain lebih kuat.
Ciri-ciri jaringan parenkim yaitu
sel-selnya merupakan jaringan hidup yang memiliki ukuran yang besar dan tipis
serta umumnya berbentuk segi enam, letak inti sel mendekati dasar sel, mampu
bersifat embrional atau meristematis karena dapat membelah diri, serta memiliki
ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
Bedasarkan
fungsinya jaringan parenkim di kelompokan menjadi beberapa jenis sebagai
berikut .
1) Parenkim
untuk fotosintesis adalah jaringan parenkim yang selnya banyak mengadung
klorofil. contohnya, jaringan pager (palisade) dan jaringan spons (bunga
karang) untuk menyimpan hasil fotosintesis yang bersifat sem entara.
2) Parenkim
penimbun adalah jaringan parenkim yang
biasanya terdapat pada umbi, umbi lapis, empulur batang, dan biji. Di dalamnya
terdapat cadangan makanan berupa tepung, gula, lemak, dan protein. Parenkim
yang berklorofil di sebut klorenkim.
3) Parenkim
udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang ruang selnya besar-besar.
Parenkim udara terdapat pada akar tumbuhan air yang di gunakan untuk mengapung.
4) Parenkim
air adalah jaringan parenkim yang sel-senya besar, dinding selnya tipis dan
tidak mengapung kloroplas, plasma selnya sedikit , serta vakuola besar yang
kadang-kadang berisi air. Terdapat pada tumbuhan xerofit dan epifit. Pada
tumbuhan xerofit dan epifit, sukulennya di gunakan untuk penimbunan air untuk
menghadapi masa kering, minsalnya Aloe Vera.
c. Jaringan
Pengangkut
Jaringan pengakut bertugas untuk
mengakut zat-zat yang di butuhkan oleh tumbuhan. Ada dua jenis jaringan yaitu
pembululuh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem).
1)
Xilem (pembuluh kayu), yang memiliki
fungsi untuk mengakut air dan hara mineral dari akar menuju daun. Xilem terdiri
atas unsur-unsur sebagai berikut.
a. Trakea,
terdiri atas sel-sel besar berbentuk tabung/tong.
b. Trakeid,
terdiri atas sel-sel lancip dan berbentuk panjang dengan dinding selnya
berlubang-lubang. (bernoktah).
c. Serabut
xilem, terdiri atas sel-sel panjang dengan ujung meruncing.
d. Parenkim
kayu, berisi cadangan makanan.
2)
Floem (pembuluh tapis), memiliki fungsi
untuk menyalurkan zat makanan dari hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.
Floem terdiri dari atas unsur-unsur sebagai berikut.
a)
Buluh tapis, bentuk tabung dengan bagian
unju ng berlubang-lubang.
b)
Serabut Floem, bentuknya panjang dan
ujung-ujungnya berhimpit serta dindingnya tebal.
c)
Sel pengiring, berfungsi untuk
menyediakan nutrisi bagi floem.
Berkas
pengakut yaitu gabungan jaringan xilem dengan jaringan floem yang berbentuk
satu ikatan. Berdasarkan letak xilem dan
floem dalam jaringan, pembuluh berkas pengakut dapat di bagi menjadi empat
bagian, yaitu sebagai berikut.
1)
Berkas pengakut kolateral adalah berkas
pengakut di mana letak xilem dan floem berdampingan. Bentuk ini ada dua tipe
yaitu kolateral terbuka dan kolateral tertutup.
a. Kolateral
tertutup, yaitu berkas pengangkut di mana xilem dan floem berdampingan langsung
dan berkes itu di kelilingi oleh serabut. Minsalnya, berkas pengangkut pada
tumbuhan monokotil.
b. Kolateral
terbuka, yaitu berkas penganggkut di
mana antara xilem dan floem terdapat kambium. Kambiun ke arah luar membentuk
floem sekunder dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Bentuk ini terdapat
pada tumbuhan monokotil.
2)
Berkas pengangkut bikolateral, yaotu
xilem dan floem berdampingan, tetapi di sebelah dalam xilem terdapat puls
floem. Jadi, urutan pembuluhnya dari
luar ke dalam adalah
Bentuk ini terdapat pada
Curcubita dan Solanaceae(mentimun).
3)
Berkas pengakut konsentris, ada dua
jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Konsentris
amfikibral adalah berkas pengakut di mana xilem menjadi pusat dan floem
mengelilingi xilem. Bentuk ini terdapat pada Pteridophyta (pakukuan).
b.
Kosentris amfifasal adalah berkas pengakut di mana floem menjadi pusat dan
xilem mengelilingi floem. Bentuk ini terdapat pada monokotil berkambiun, contoh
Agave dan Aloe Vera (lidah buaya).
4)
Berkas pengakut radial adalah berkas
pengangkut di mana letak floem dengan xilem berselang-selang secara radial.
d. Jaringan
Penunjang
Jaringan penunjang atau jaringan
penguat/mekanik adalah jaringan yang memiliki dinding sel tebal dan memiliki
fungsi sebagai untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Jaringan penguat terdiri
dari atas kolenkim dan sklerenkim.
1)
Kolenkim, yaitu sel-sel yang mengalami
penebalan dari bahan selulosa pada sudut-sudut selnya. Kolenkim terdapat pada
batang, daun, bagian-bagian buga, dan buah. Contohnya, kolenkim yang terdapat
pada sudut-sudut batang seledri atau talas.
2)
Sklerenkim, yaitu sel-sel yang mengalami
penebalan dari senyawa lignin, suberin, atau pektin pada seluruh bagian dinding
sel. Sklerenkim secara umum dapat di kelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai
berikut.
a) Serabut sklerenkim, contohnya pada
serat daun nanas (dapat di pintai)
b) Sklereid (sel-sel batu), contohnya
pada tempurung kelapa, kulit kenari dan kulit biji cabe.
e. Jaringan
Gabus
Jaringan gabus atau peridem adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel
parenkim gabus. Jaringan ini mempunyai sel gabus yang mati dan kosong. Jaringan
gabus pada tumbuhan di bentuk oleh kambium gabus (felogen) yang ada di bawah
epidermis. Jaringan gabus di bagi menjadi dua bagian yaitu jaringan gabus yang
di bentuk kambium gabus ke arah luar dan sel-selnya mati (felem) serta jaringan
gabus di bentuk kambium gabus ke arah dalam sel-sel hidup menyerupai parenkim (feloderm).
2.2 Organ
Tumbuhan
Susunan jaringan-jaringan yang saling
bekerja sama terhadap dalam pembentukan organ tubuh. Organ tumbuhan meliputi
akar, batang, daun, dan organ tambahan atau aksesoris.
A. Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan berbiji
yang ada berada di dalam permukaan tanah, bewarna putih, dan bentuknya
seringkali meruncing sehingga lebih mudah menembus tanah. Akar berasal dari
akar lembaga (radix). Pada tanaman dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga
membentuk akar tunggang. Pada tanaman monokotil, akar lembaga mati, kemudian
pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuranhampir sama, maka
akan membentuk akar serabut.
A. Funsi
Akar
Akar
adalah bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai berikut.
1) Mengokohkan berdinya batang.
Kedalaman dan luasnya akar sebanding dengan ketinggian dan rindangnya daun,
2) Pada beberapa tumbuhan, akar
berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
3)
Untuk menyerap air dan mineral di dalam tanah.
4) Untuk bernapas
B. Morfologi
Akar
Struktur
bagian luar (morfologi akar) sebagai berikut.
1)
Leher atau pangkal akar, merupakan
bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.
2)
Cabang-cabang akar, merupakan bagian
akar yang tidak langsung bersambung dengan pangkal batang, tetapi keluar dari
akar pokok.
3)
Serabut-serabut akar, merupakan
cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
4)
Rambut-rambut atau bulu-bulu akar,
merupakan penojolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang berfungsi untuk
meperluas daerah penyerapan air dan mineral dari dalam tanah.
5)
Ujung-ujung akar, merupakan titik tumbuh
akar yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).
6)
Tudung akar (kaliptra), terdapat pada
ujung akar yang berfungsi untuk melindungi meristem akar dari kerusakan mekanik
pada waktu menembus tanah. Tudung akar di temukan pada semua akar tumbuhan,
kecuali pada akar tumbuhan perasit dan akar yang membentuk mikoriza.
Akar berkembang dari meristem apikal
ujung akar yang di lindugi kaliptra. Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Pembelahan
meristem apikal membentuk daerah pemanjangan yang di sebut dengan daerah atau
zona perpanjangan sel. Di belakang zona pemanjangan terdapat zona di ferensiasi
dan zona pendewasaan sel. Pada zona di ferensial sel, sel-sel akar berkembang
membentuk jaringan permanen , minsalnya menjadi xilem, floem, parenkim, dan
sklerenkim.
C. Anatomi
Akar
Berikut
adalah struktur Bagian dalam (anatomi) akar dari luar ke dalam.
1)
Epidermis, merupakan jaringan yang
dinding selnya tipis, tidak mempunyai ruang antar sel, dan memiliki sifat
semipermeabel. Pada epidermis terdapat rumput akar yang memiliki fungsi sebagai
menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah, serta memperluas permukaan
akar.
2)
Korteks, merupakan jaringan yang
dindingnya tipis dan banyak ruang di antara sel. Serta memiliki fungsi sebagai
untuk pertukaran zat dan mentimpan cadangan makanan, minsalnya akar worter.
3)
Endodermis, merupakan pemisah antara
korteks dan stele. Berupa sel yang tersusun rapat. Sel-sel tersebut memiliki
penebalan lignin dan suberin sehingga tidak mudah di tembus oleh air. Penebalan
tersebut membentuk semacam pita yang di namakan pita kaspari. Air dan
garam-garam tanah akan masuk ke dalam silinder pusat melalui sel peresap, yaitu
sel-sel endodermis tertentu yang tidak mengalami penebalan pada dindingnya.
Pada monokotil yang tidak memiliki sel peresap, penyerapan zat melalui
plasmodesma.
3)
4)
Stele, yang merupakan tersusun dari
jaringan parenkim yang lapisan luarnya di sebut perisikel/perikambiun. Stele
terdiri dari lima bagian, yaitu sebagai berikut.
a.
Perisikel atau perikambium, merupakan
jaringan yang letaknya sejajar dengan endodermis untuk pembentukan cabang akar.
b.
Kambium vasikuler, adalah kambium vasikuler
pada permulaannya berbentuk bintang (radial) tetapi pada akhirnya akan
membulat.
c.
Xilem dan floem.
d.
Jaringan pengisi (parenkim) berfungsi
menjadi bagian yang kosong.
B. Batang
Batang merupakan bagian yang terpenting
pada tumbuhan yang umumnya berada di permukaan tanah yang di tempeli daun-daun.
Bagian batang yang di gunakan sebagai tempat melekatnya daun di sebut nodus
atau buku, sedangkan pada bagian batang di antara dua buku di sebut internodus
atau ruas. Batang tumbuhan dari batang lembaga (plumula) yang terdapat di dalam
biji. Selanjutnya, pertumbuhan batang terjadi
pada titik tumbuh berupa meristem apikal (ujung) yang terdapat pada
ujung batang.
Teori
tumbuh batang menurut Hanstein yaitu bahwa jaringan pembentuk batang di bedakan
menjadi tiga lapisan sebagai berikut.
a) Dermatogen,
merupakan lapisan luar yang membentuk lapisan epidermis.
b) Periblem,
merupakan lapisan tengah yang membentuk korteks.
c) Plerom,
merupakan bagian tengah yang di anggap sebagai pembentuk silinder pusat.
Menurut teori Tunika korpus dari
Schimidt, lapisan pembentuk jaringan di bedakan menjadi dua, yaitu lapisan
tunika dan korpus. Tunika merupakan
pembentuk jaringan bagian luar, sedangkan korpus sebagai pembentuk
jaringan bagian dalam.
a.
Fungi Batang
Batang
mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut.
1) sebgai alat transportasi air dan zat hara
dari akar ke daun (Xilem) dan dari hasil fotosintesis dari daun ke seluruh
bagian tumbuhan (floem).
2) Tempat melekatnya bagian-bagian dari
tumbuhan lain yang berada di atas tanah seperti daun, bunga, dan buah.
3) Memperluas bidang fotosintesis dengan
adanya percabagan pada batang.
4) Meningkatnya efisiensi penyerbukan dan
membantu pemencaran alat perkembangbiakan.
5) Sebagai alat pengembang biakan vegetatif,
minsalnya stek batang.
6) Pada beberapa tumbuhan berfungsi sebagai
tempat penyimpanan cadangan makanan seperti (sagu, tebu, dan umbi batang
tanaman kentang).
b.
Anatomi Batang
Struktur anatomi batang dikotil dan
monokotil memiliki suatu perbedaan. Ada pun struktur batang dikotil dari luar
ke dalam epidermis, korteks dan stele.
1)
Epidermis
Pada
batang yang mengalami pertumbuhanm sekunder, di tempat-tempat tertentu,
epidermis pecah dan di isi jaringan gabus yang di hasilkan oleh kambium gabus
(felogen). Lapisan gabus ini di sebut lentisel. Lentisel berfungsi sebagai
tempat pertukaran gas dan penguapan.
2)
Korteks
Korteks
batang terdiri dari korteks luar dan korteks dalam (endodermis). Korteks luar
tersusun dari sel-sel kolenkim yang berselang seling dengan sel parenkim yang
membentuk lingkaran tertutup. Korteks dalam merupakan pemisah antara
korteks dengan stele (slinder pusat) dan
tersusun dari sel-sel parenkim. Korteks dalam pada tumbuhan berbiji tertutup
(Angiospermae) memiliki lapisan sel yang membentuk lingkaran dan berisi butir
pati sehingga lapisan tersebut disbut dengan seludung pati (sari tepung).
3)
Stele
Stele
atau slinder pusat pada tumbuhan di kotil merupakan bagian terdalam dari batang
yang terletak di sebelah dalam korteks dalam (endodermis). Stele terdiri dari
atas lapisan terluar yang di sebut
perikambium atau perisikel, sedangkan pada bagian dalam terdapat empulur
dan berkas pengakut (xilem dan Floem). Empulur merupakan parenkim yang berada
di tengah-tengah stele. Empulur juga berada di sekitar berkas pengakut
berbentuk jari-jari sehingga di sebut jari-jari empulur.
Berkas
pengakut pada tumbuhan dikotil di
katakan sebagai kolateral terbuka karena tersusun seperti cincin dan terdapat
kambium di antara xilem dan floemnya. Adanya kambium menyebabkan diameter
batang bertambah tiap tahunnya. Aktivitas kambiun inilah yang menyebabkan
terjadinya lingkaran tahun. Berdasarkan letaknya, kambium di bedakan menjadi
dua tipe sebagai berikut.
a) Kambium
intravaskuler (vaskuler) , adalah kambium yang terdapat di dalam berkas
pengakut atau terletak di antara xilem dan floem.
b) Kambium
ekstravaskuler (Intervaskuler) adalah kambium yang terletak di luar berkas
pengakut atau terletak di antara dua berkas pengakut.
Struktur
anatomi batang monokotil sebagai berikut.
1) Epidermis
Memiliki
dinding sel yang lebih tebal di bandingkan pada tumbuhan di kotil. Epidermis
juga di lengkapi dengan stomata dan bulu-bulu.
2) Korteks
Berupa
jaringan di bawah epidermis. Korteks biasanya terdiri dari sel-sel Sklerenmim
yang merupakan kulit batang. Kulit ini memiliki fungsi untuk memperkuat dan
mengeraskan bagian luar batang.
3) Stele
Stele
batang tumbuhan monokotil merupakan jaringan di bawah korteks. Umumnya batas di antara stele dan korteks tidak
begitu jelas.
Memiliki
tipe berkas pengangkut kolateral tertutup, artinya di antara xilem dan floem
tidak di temukan kambium. Tidak adanya kambium pada monokotil menyebabkan tidak
terjadinya pertumbuhan sekunder pada batang monokotil.
C. Daun
Daun
merupakan organ utama pada tumbuhan yang memiliki peran penting sebagai tempat
fotosintesis. Makintipis permukaan daun, maka mangkin cepat terjadinya
fotosinteis. Daun secara umum mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
a.
Alat fotosintesis dan pernapasan.
b.
Alat pengeluaran pada waktu penguapan (evaporasi) dan gutasi.
c.
Tempat pertukaran gas oksigen dengan karbondiosida.
d.
Alat perkembangbiakan vegetatif.
a.
Epidermis
Epidermis
pada daun terdiri atas selapis sel dengan dinding sel yang tebal berlapisan
kutikula dan kadang-kadang lignin, tidak berklorofil, terdapat di permukaan
bawah dan atas, serta juga memiliki fungsi untuk sebagai pelindung.
Stomata
adalah celah yang di batasi oleh dua sel penutuo. Sel penutup dapat bergerak
sehingga celah dapat membuka mau pun menutup. Stomata juga memiliki peran penting,
yakni sebagai untuk penguapan air dan mengatur pertukaran gas. Di antara
epidermis daun terdapat alat tambahan, minsalnya trikoma (rambut) dan sel
kipas.
b.
Parenkim atau Mesofil
Pada
daun tumbuhan monokotil jaringan parenkim belum berdiferensiasi, sedangkan pada
daun di kotil sudah berdiferensiasi menjadi jaringan tiang atau pagar
(palisadea) yang terdapat di bagian luar dan yang di dalam jaringan spons
(bunga karang) di bagian dalam. Parenkim palisade terdiri atas sel-sel panjang
yang tersusun rapat, banyak mengandung klorofil, sebagai tempat fotosintesis.
Bila palisade terdapat di kedua permukaan, yaitu atas dan bawah, di sebut
dengan isobilateral.
c.
Pengakut
Jaringan
pengakut daun merupakan bagian akhir dari xilem dan bagian awal dari floem. Di
dalam daun, unsur-unsur hara berasal dari akar di proses menjadi zat organik.
Zat organik yang di bentuk tersebut di kirim ke sel-sel tubu dan tumbuhan
melalui floem.
d.
Jaringan Penunjang
jaringan
penunjang atau jaringan penguat adalah epidermis, kolenkim dan sklerenkim.
Epidermis dapat berfungsi sebagai penguat pada daun sebab strukturnya padat,
ada kutikula, dan dinding selnya mengalami penebalan. Kolenkim terdapat pada
tulang daundan tepi daun, di bawah epidermis, dan pemanjangan selubung berkas
pengakut. Sklerenkim terdapat pada tulang daun monokotil dan graminal mesofil
dan dikotil.
perbedaan
antara daun tumbuhan monokotil dan dikotil di lihat dari segi struktur
morfologinya, pada monokotil memiliki pertulangan daun sejajar atau melengkung,
sedangkan pada dikotil pertulangan daun menjari atau menyirip.
D. Organ
Tambahan
a. Bunga
Bunga merupakan alat reproduksi bagi
tumbuhan. Tumbuahn yang menghasilkan bunga termasuk dalam Angiospermae.
Umumnya, bunga memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
1) Dasar
Bunga
Dasar
bunga memiliki fungsi sebagai tempat melekatnya bagian-bagian bunga. pada dasar
bunga (receptaculum) kadang juga terdapat nektarium, yaitu penghasil cairan
manis yang di sebut dengan nektar untuk menarik serangga.
2) Perhiasan
Bunga
Tumbuhan
monokotil umumnya memiliki perhiasan bunga berjumlah kelipatan tiga, sedangkan
perhiasan bunga tumbuhan dikotil umumya berjumlah kelipatan empat atau lima.
Tumbuhan yang penyerbukannya di bantu oleh serangga, pada umumnya memiliki
perhiuasan yang menarik. Perhiasan bunga ada dua jenis, sebagai berikut.
a) Kelompok
Bunga (Calyx)
Kelompok
bunga umumnya berukuran kecil dan bewarna hijau. Fungsinya untuk melindungi
kucup bunga.
b) Mahkota
Bunga (corolla)
Mahkota
bunga pada umunya bewarna menarik dan berukuran besar. Fungsinya adalah sebagai
untuk menarik perhatian dari serangga.Beberapa tumbuhan memiliki mahkota bunga
tambahan yang di sebut dengan corona.
Beberapa
tanaman, seperti angrek memiliki satu jenis perhiasan bunga saja sehingga tidak
bisa di kelompokan sebagai kelopak atau mahkota bunga. perhiasan bunga ini
kemudian di sebut bunga (perigonium). Bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga
di sebut dengan telanjang.
3) Alat
Kelamin Bunga
Ada
dua jenis alat kelamin bunga, yaitu
sebagai berikut.
a) Benag
Sari (Stamen)
Benag
sari adalah alat kelamin jantan pada suatu bunga. Benang sari memiliki
bagian-baguian yaitu kepala sari dan tangkai sari. Kepala sari (anthera), yang
memiliki fungsi untuk menghasilkan serbuk sari (pollen). Athera biasanya
terbagi atas beberapa ruang yang di sebut dengan loculus. Ada pun tangkai
sari (filamentum), yaitu tangkai sari
yang menyongkong kepala sari.
b) Putik
(Pistillum)
Putik
adalah alat kelamin betina pada suatu bunga. Putik memiliki bagian yaitu kepala
putik, tangkai putik, bakal putik, bakal buah, dan biji. Kepala putik (stigma),
yang memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya penyerbukan. Tangkai
putik
(stylus), yang memiliki fungsi sebagai mendukung kepala putik. Bakal
buah
(ovarium), yang memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya pembuahan. Biji (ovulum),
yang memiliki fungsi untuk sebagai menghasilkan ovum.
Bunga
yang memiliki alat kelamin jantan dan betina pada suatu bunga di sebut dengan
bunga hermaprodit. Bunga yang memiliki semua bagian yang telah di sebutkan di
atas, adalah bunga lengkap atau di sebut dengan bunga sempurna.
b. Buah
dan Biji
Buah
merupakan salah satu organ tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai untuk
menyimpan cadangan makanan dan alat perkembangbiakan, karena mengandung biji.
Buah merupakan pertumbuhan ari bakal buah setelah terjadi fertilisasi. Macam-
macam buah adalah sebagai berikut.
1) Buah tunggal, yaitu buah yang di
bentuk oleh satu bakal buah. Contonya adalah buah mangga dan buah pepaya.
2) Buah agregat, yaitu buah yang di
bentuk oleh banyaknya bakal buah dari satu bunga. Contohnya buah murbai, buah
sirsak, dan buah srikaya.
3) Buah majemuk, yaitu buah yang di
bentuk oleh banyaknya bakal buah dari banyaknya bungga. Contohnya buah nanas,
buah nagka, dan buah keluwih.
Biji
adalah calon individu baru yang tumbuh di dalam buah, yang terdiri dari embrio
dan endosperm yang di bungkus oleh kulit biji.
2.3
Sifat
Totipotensi pada Tumbuhan
Sel tumbuahan memiliki sifat dasar yang
di sebut dengan totipotensi. Sifat totipotensi sel ini merupakan sifat sel yang
mampu manjadi indifidu baru yang utuh apabila berada di suatu lingkungan yang
tepat atau sesuai. Berdasarkan teori totipotensi sel, maka lahirlah suatu
teknik reproduksi vegetatif baru yang di sebut dengan teknik kultur jaringan.
Teknik kultur jaringan ini dalam pelaksanaannya merupakan suatu metode untuk
mengisolasi (mengambil) bagian dari tumbuhan, seperti protoplasma, sel,
sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik
(bebas hama dan penyakit) menajdi tumbuhan yang lengkap bagian-bagiannya. Sifat
tanaman hasil kultur jaringan juga akan sama seperti induknya.
1. Tahapan
Kultur Jaringan
untuk
memperoleh tanaman dengan kultur jaringan, ada lima tahap, yaitu sebagai
berikut.
a. Pembuatan media yang mengandung
garam-garam mineral, vitamin, dan hormon, kadang dengan tanaman gula dan agar.
Media di tempatkan dalam botol kaca, cawan petri, atau tabung reaksi.
b. Inisiasi yaitu pengambilan eksplan
(bagian dari tanaman yang akan di kulturkan)
c. Inisiasi yaitu pengambilan eksplan
(bagian dari tanaman yang akan di kulturkan).
d. Sterilisasi, yaitu mensterilkan
eksplan dan alat-alat yang akan di gunakan untuk mencegah kontaminasi
mikroorganisme.
e. Multiplikasi, yaitu suatu kegiatan
untuk memperbanyak calaon tanaman denghan menanam eksplan pada media. Ekplan
dapat langsung tumbuh menjadi planlet (tanaman kecil). Tetapi kadang kala
eksplan harus melalui tahap kalus. Kalus adalah masa sel yang tidak
terdeferensiasi. Dengan penambahan hormon, kalus bisa tumbuh menjadi planlet.
f. Aklimatisasi, yaitu suatu kegiatan
yang memindahkan planlet dari media tanah.
2. Syarat
Teknik Kultur Jaringan
Agar
supaya di perolehnya hasil kultur yang baik maka ada suatu syarat yang harus di
penuhi saat melakukan percobaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pemilihan eksplan (bahan tanaman)
yang pertumbuhannya sehat dan baik. Minsalnya, jaringan floem, nodus, tunas
bunga, daun, atau irisan meristem akar.
b. Penggunaan medium yang cocok dan
harus mengandung garam anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tubuh
dan pelengkap organik.
c. Pengambilan eksplan secara steril,
media yang steril, dan ruangan yang aseptik.
d.
Pengaturan pencahayaan ruangan.
3. Manfaat kultur Jaringan
Manfaat
dari kultur jaringan adalah sebagai berikut.
a.
Bibit yang di hasilkan mempunyai sifat yang identik dengan induknya.
b.
Perbanyakan tidak tergantung musim.
c.
Tidak terlalu membutuhkan tempat yang begitu luas.
d. Mampu menghasilkan bibit dengan
jumlah yang sangat besar dalam waktu yang singkat.
e. Kecepatan tumbuh bibit lebih cepat di
bandingkan dengan perbanyakan konvensial.yang steril dan terbebas dari hama.
f.
Kesehatan dan mutu bibit lebih tejamin karna di tumbuhkan dalam tempat.
BAB
III
PENUTUPAN
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pengamatan,
dapat di simpulkan bahwa Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem
dan permanen.
1) Jaringan meristem adalah jaringan
yang sel penyusunnya bersifat embrional ; artinya mampu membelah diri untuk menambah
jumlah sel tubuh. Ciri-ciri sel meristem adalah
berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, inti besar, dan
plastida belum matang. Jaringan Meristem disebut juga jaringan muda.
2) Jaringan Dewasa adalah jaringan yang
sudah mengalami diferensiasi. Sehingga jaringan dewasa dapat di bagi beberapa
jenis yaitu.
Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan,
ada tiga macam meristem, yaitu al, lateral, dan interkalar. Sedangkan, dilihat
dari asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi promeristem, meristem primer dan meristem
sekunder.
Struktur Sekresi eksternal yaitu
rambut kelenjar dan klelnjar, nektaria (kelenjar madu), dan hidatoda. Struktur
sekresi internal yaitu sel sekretori, ruang, dan saluran sekretoris.
Struktur
utama pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, dan bunga. Yang mana organ-organ
tersebut tersusun atas jaringan-jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan
dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang selalu mengalami pembelahan sel
membentuk jaringan lain pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa adalah jaringan
yang sudah tidak mengalami pembelahan sel, dan sudah mengalami diferensiasi dan
fungsi tertentu pada tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa terbagi menjadi tiga,
yaitu jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan
penyokong, dan jaringan pengangkut (vaskuler).
3.2 Saran
Sebaiknya setiap dalam melakukan
pengamatan harus di lakukan dengan secara teliki agar mendapatkan hasil yang
lebih baik dan tepat. Saat melakukan pemotongan terhadap objek yang akan di
amati haruslah di lakukan di lakukan pemotongan secara tipis dan rapi. Bahan
tanaman yang akan di gunakan sebagai objek penelitian, sekiranya lebih baik menggunakan
objek yang umurnya lebih kurang 3minggu. Tujuannya, supaya jaringan yang ada
dalam tanaman tersebut dapat di lihat dengan jelas dan tampak nyata saat
melihat objeknya.
Untuk
kelangsungan makalah edisi kedua tentang jaringan tumbuhan. Kita sebagai penyusun
mengharapkan kritik dan sarannya dari pembaca untuk kesempurnaan bahasa dan
karekter tentang makalah ini, supaya pembaca untuk ke masa kedepannya tidak
lagi mendapatkan kesulitan dalam memahaminya. Sekian dari kita, kita ucapkan
terima kasih, salam sejahtra untuk kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Edel, Anton,
2000, Pintar biologi. Jakarta: Gita media.
Estiti, Chidayah.1995.
Anatomi tumbuhan berbiji.
Haryati, Daroji,
2009, Jelajah fakta biologi 2. Jakarta: 3 serangkai.
Kimbal, J. W.
1983. Biologi jilid 1 edisi ke lima. Jakarta erlangga.
Mader, S. S.
2004. Biologi. Boston:Mcgrow hill.
Pratiwi, dkk.
2006. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Saktiyono.
1999. Seribu pena biologi. Jakarta: Erlangga
Winatasasmita,
D.1996. Fisiologi hewan dan tumbuhan. Jakarta: Karunia.
Yatim, Wildan.
1992. Biologi. Bandung: Tarsito
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan adalah histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari perubahannya bentuk dan fungi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah hitopologi. Jaringan di miliki oleh organisme yang telah memiliki pembagian tugas untuk setiap kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga (ganggang) dan fungi (jamur), tidak memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur yang khas yang mirip dengan organ, seperti tubuh buah dan sporofol. Tumbuhan lumut dapat di katakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki suatu jaringan pembulu yang jelas
BalasHapus